Rany Maharani “Menjadi Satu Kesatuan yang Bernilai.”
OASE Rany Maharani  “Menjadi Satu Kesatuan yang Bernilai.”
___________________________________________________________________________Meski usaha pertambangan nikelnya “mati suri” sejak dua tahun terakhir ini, tak membuat ibu dua anak ini kehilangan asa menatap masa depan. Bisnis properti dan furnitur yang dibangun bersama suami tetap jalan di tengah kesibukannya sebagai penyanyi. Apa harapan Rany terhadap dunia musik di era Presiden Jokowi?Udara Jakarta pada akhir Oktober lalu begitu bersahabat. Padahal hari-hari sebelumnya suhu udara di Ibukota ini begitu menyengat. Bahkan, ada yang menyebutkan suhu di Jakarta dan sekitarnya termasuk kategori ekstrim, karena menembus angka 37 drajat celcius. Kamis siang itu Jakarta seakan “memahami” bahwa saat itu ada pemotretan Rany Maharani. Di sebuah studio di kawasan Kemanggisan, Jakarta Barat, moncong kameran Rolan (panggilan akrab) Parolan Harahap – fotografi Majalah BORNEO – bagai tak ingin kehilangan angle. Jepretan kamera “membanjiri” sosok Rany dengan berbagai sudut dan ekspresi. Tak kurang tiga kali Rany mengganti pakaian untuk menciptkan kesan berbeda. Hasilnya? Komposisi visual yang dikemas berbagai gaya, membuat penampilan Rany menjadi elegan. Adalah Rany Maharani. Pelantun lagu satu, dua, tiga, empat ini terpaksa hijrah ke Jakarta dari Makasar. Suami dan anak-anaknya men-support kariernya. Jakarta menurutnya lebih terbuka mengembangkan karier di dunia tarik suara. Ia merupakan salah seorang penyanyi asal Makasar yang tetap optimis di tengah industri musik yang carut marut. Pembajakan yang merajarela, membuat industri ini merugikan banyak pihak. Sementara para pembajak meraih untung dari keringat orang lain.Walau industri ini kini kurang kondusif, namun Rany yakin di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi, dunia ini akan bangkit dari cengkraman mafia. Apalagi Jokowi merupakan Presiden yang mempunyai selera musik yang tinggi. “Saya yakin Jokowi tak ingin melihat dunia ini dikuasai oleh para pembajak,” tegas Rany seraya menambahkan bahwa di luar negeri tidak ada pembajakan seperti di Indonesia. Menurutnya industri musik di tanah air saat ini kurang sehat. Mereka (penyanyi-Red) yang tampil di media publik, orangnya itu-itu saja. Persaingannya pun kurang sehat. Banyak yang menjegal kanan-kiri ”Saya kurang tahu ke mana arah mereka. Tapi bagi saya, kalau rejeki, ya nggak ke mana,” tandas Rany yang saat ini sedang sibuk mempromosikan album teranyarnya.Adalah Rany Maharani. Belakangan ini Rany membesut bisnis furnitur di Jakarta. Di tengah kesibukannya mengurusi bisnis, Rany tetap menyalurkan hobi yang sulit dilepaskan oleh kesibukan apa pun. “Sejak SMP saya sering mengikuti festival menyanyi. Cukup banyak penghargaan yang saya raih,” ujarnya serius. Prestasi yang diraih selama ini, merupakan rekam jejak bahwa Rany bukan penyanyi instan tanpa dibekali kemampuan diri. Ibu yang dilahirkan di Makasar, 16 Juni 1983 ini sempat menekuni bisnis pertambangan nikel. Ia sempat berkantor di Epicentrum, kawasan Kuningan, Jakarta. Tapi, karena adanya peraturan pemerintah tentang kewajiban perusahaan pertambangan mineral membangun smelter, membuat perusahaan yang didirikan Rany dan suaminya terpaksa dihentikan. “Saya dan suami tak sanggup membangun smelter. Investasi membangun smelter mencapai triliunan rupiah,” urai Rany. Ia mengharap pemerintah baru sekarang meninjau kembali kebijakan tersebut.“Saya sudah dua tahun vakum di dunia pertambangan. Bila orang mendengar bisnis pertambangan, kelihatannya sangat sukses. Sebenarnya di bisnis ini hukum rimba. Tapi, kalau gagal bisa ‘sakit gigi’ dibuatnya,” tambahnya.Adalah Rany Maharani. Telah dua tahun waktunya tersedot di Jakarta – Makasar. Ia mengharap perjalanan waktu selama itu akan berbuah manis. Saat ini ia sedang sibuk merampungkan album solonya. Di tengah kesibukan di dapur rekaman, ia juga masih menerima job nyanyi ke beberapa daerah.Ia muncul dengan konsep simple elegan dan cantik serta dibalut vocal yang berkualitas. Hits single “1,2,3,4” yang ditawarkan ke masyarakat penikmat musik Indonesia akan membawa warna tersendiri bagi pencipta musik.Lagu ini mengisahkan tentang perasaan jatuh cinta yang timbul setelah beberapa kali pertemuan. Pandangan pertama biasa saja, pandangan kedua mulai suka, pandangan ketiga mulai bicara dan pandangan keempat mulai jatuh cinta.Adalah Rany Mahari. Sosok wanita karier yang konsisten menekuni hobi. Baginya menyanyi bagai sekeping mata uang. Dua-duanya tak dapat dipisahkan. Ia menjadi satu kesatuan yang bernilai.
headerrubrikasi
Subscribe Our Newsletter put your e-mail
advertisement
Copyright © 2012, PT. BORNEO BAROMETER MAGAZINE 99. All Right Reserved
cover 1
cover 2
cover 3
cover 21
cover 22
Visitor 1073748
cover edisitaurianwakeni2
Jasa Pembuatan Website By IKT