8 Juragan Minyak Dunia
RAGAM 8 Juragan Minyak Dunia
___________________________________________________________________________Kemampuan minyak bumi dalam “meng­hidupkan” keseharian masyarakat modern sampai saat ini masih belum tergantikan. Komoditi ini masih menempati urutan teratas sebagai sumber energi utama dunia. Bahkan dengan porsi vitalnya ketersediaan cadangan bahan bakar fosil terutama minyak bumi masih menjadi tolok ukur bagi ketahanan energi suatu negara. Dan hal tersebut masih berlangsung lama mengi­ngat minyak bumi diramalkan masih akan mendominasi bauran energi primer dunia hingga tahun 2050.Jika kebutuhan energi ini khususnya minyak bumi dikaitkan dengan bisnis maka bisa dipastikan kucuran uang yang dihasilkan oleh komoditi ini juga tidak sedikit. Beberapa individu yang memiliki core bisnis bidang minyak dan gas bisa dipastikan akan terus menambah pundi-pundi uangnya. Berapa waktu lalu majalah Forbes merilis para miliuner yang memiliki usaha di bidang perminyakan dengan lingkup bisnis mulai penyalur minyak mentah, minyak sawit hingga gas alam. Menariknya, dari daftar miliuner minyak tersebut terdapat seorang warga Negara Indonesia di dalamnya. Dia adalah Lim Hariyanto Wijaya Sarwono. Lim memang bukan pengusaha yang bergerak di bidang minyak bumi, namun lebih kepada minyak sawit. Nama Lim sebagai sosok kaya di tanah air memang tak terbantahkan. Di Indonesia sendiri Lim berada di peringkat 19 dari 24 orang terkaya di negeri ini. Lim Hariyanto masuk jajaran tersebut karena kekayaannya yang mencapai US$ 1,1 miliar atau Rp 10,45 triliun melalui perusahaan minyak sawitnya, Bumitama Agri. Bumitama Agri merupakan perusahan terbuka di Singapura. Ia mengontrol seluruh perusahaannya bersama sang anak Lim Gunawan Hariyanto. Lalu siapa saja pengisi jajaran juragan minyak dunia 2013 ini? Berikut daftarnya: 1.Lim Oon Kuin, US$ 1,5 miliar (oil trading) SingapuraLim Oon Kuin adalah pengusaha Singapura yang memiliki kekayaan bersih sebesar US$ 1,5 miliar. Lim Oon Kuin memulai karirnya sebagai seorang montir magang ketika ia masih remaja. Kuin baru berusia dua puluh tahun ketika ia mendirikan Hin Leong Trading dengan modal sebuah truk untuk mengirim bahan bakar bunker bagi nelayan dan produsen listrik kecil. Seiring dengan ketajaman insting bisnis Kuin, Hin Leong Trading yang didirikan pada tahun 1963 kemudian berkembang perusahaan minyak independen terbesar di Singapura. Kuin juga memiliki saham mayoritas di Universal Terminal, sebuah perusahaan logistik minyak terbesar di Asia. Lewat perusahaan ini lah kekayaan Kuin bertambah secara signifikan. Tidak hanya itu Lim masih memiliki armada 100 kapal tanker yang dikelola oleh putranya Evan. Selain itu Kuin juga membentuk konsorsium perusahaan tanker Denmark AP Moller Maersk-, ​​Jepang Mitsui OSK Lines, Singapura Samco Shipholding. 2.Gregorio Perez Companc, US$ 1,5 miliar (oil and gas) ArgentinaGregorio Perez Companc atau dikenal juga sebagai “Don Gregorio” adalah milyuner Argentina yang diperkirakan memiliki kekayaan bersih sebesar US$ 1,5 miliar pada Maret 2013. Dia juga orang terkaya ketiga di Argentina dan 974 dalam daftar billionaires dunia.Gregorio lahir 23 Agustus 1934 di Buenos Aires, Argentina. Karirnya dimulai ketika ia diangkat menjadi direktur Banco Rio de la Plata, sebuah bank swasta besar pada tahun 1968. Gregorio lantas membeli saham pengendali di bank tersebut pada tahun 1993 kemudian menjual sahamnya ke­pada raksasa perbankan Spanyol Ban­co Santander pada tahun 1997.Keuangan Gregorio semakin tebal semenjak dirinya menjadi kepala Petrolera Perez Companc, perusahaan minyak berbasis keluarga dan konglomerat gas yang didirikan pada tahun 1946. Pada tahun 2002, ia menjual konglomerat energi sebesar US$ 1 miliar untuk Brasil Petrobas raksasa energi. Pada tahun 2009, ia mengundurkan diri dari aktivitasnya di dunia bisnis. Ia membagi 75 persen sahamnya dalam perusahaan makanan berkapasitas besar, beragam pasta, tepung dan sayuran beku untuk tujuh anaknya. Secara umum Gregorio masih menginvestasikan kekayaannya dalam bidang energi, keuangan, konstruksi, telekomunikasi, makanan dan pertanian.3. Dan Wilks dan Farris Wilks, US$ 1,4 miliar (natural gas) ASKisah mereka dimulai ketika duo remaja Dan serta Farris Wilks magang untuk bisnis batu bata ayah mereka. Dari sana mereka berhasil membangun beberapa perusahaan di bidang konstruksi, termasuk Wilks Masonry dan Cisco High Lift (CHL). Keduanya kemudian melompat ke bisnis minyak dan eksplorasi gas di Barnett Shale. Pada tahun 2002 keduanya mendirikan Frak Tech perusahaan hidrolik dan bidang industri jasa minyak. Pada Mei 2011 Wilks bersaudara menjual 70 persen saham kepemilikan gabungan mereka dalam Frak Tech kepada investor konsorsiumTemasek Holdings dan Chesapeake Energy dengan nilai US$ 3,5 miliar. Pasangan ini baru-baru ini membeli 66.000 hektar N Bar Ranch di Montana dari sesama miliarder Tom Siebel dan mereka sedang membangun bandara di Cisco.4. Rustem Sulteev, US$ 1,15 miliar (refinery, chemicals) Rusia  Rustem Sulteev adalah co-owns TAIF Group, sebuah perusahaan swasta terbesar di Rusia dengan aset di Republik Tatarstan.TAIF Group memiliki dua pabrik kimia, kilang minyak, jaringan pompa bensin, real estat komersial dan beberapa saluran televisi. Rustem Sulteev merupakan lulus­an Kazansky Construction Engineering Institute. Sejak tahun 1983, ia bekerja di Kazan, sebuah perusahaan perakitan sebagai insinyur. Setahun kemudian ia menjadi wakil direktur untuk pembangunan Kazansky bakery № 2. Tak berselang lama tepatnya tahun 1985 ia kemudian menjadi wakil kepala untuk Tsentrogaz. Rustem Sulteev juga sempat menjadi Deputy Director General of foreign scientific and production association Kazan. Baru mulai tahun 1995 hingga sekarang dia bergabung dengan TAIF.5. Paul Foster, US$ 1,1 miliar (Western Refining) ASPaul Foster masuk kembali ke daftar milyuner sejak tahun 2008 karena fluktuasi saham perusahaannya, Western Refining dan pada bulan Februari lalu, saham perseroan yang naik lebih dari 90 persen. Western Refining mengoperasikan dua kilang minyak dengan kemampuan produksi155.000 barel minyak mentah per hari. Western Refining juga memiliki sekitar 225 toko yang terletak di Barat Daya Amerika. Paul Foster mendirikan Western Refining pada tahun 1997 dan mulai go public pada tahun 2006. Ia melewati masa kecilnya dengan sibuk mencari uang. Sebagai seorang remaja ia menghabiskan musim panas di lading minyak New Mexico se­bagai penggali parit dan pembersih tangki. 6.Daniel Harrison III, US$ 1,1 miliar (oil and gas) ASDaniel Harrison III menyewakan lahannya seluas 100.000 hektar kepada perusahaan Shell Oil dan mendapatkan kompensasi uang cash sebesar US$ 1 miliar plus ro­yalti atas produksi gas dari Eagle Ford di masa depan. Kesepakatan yang dilakukan oleh Daniel Harrison pada tahun 2010 lalu bisa dikatakan sebagai kerja sama terbesar dalam sejarah perminyakan di Texas Amerika Serikat. Kakeknya Daniel Harrison I merupakan tokoh perminyakan legendaris di Texas. Dia bekerja sama dengan JS Abercrombie untuk menemukan semburan minyak di ladang Brazoria County. Ia kemudian membangun kerajaan minyak dan peternakan di Texas.7. Lim Hariyanto Wijaya Sarwono, UU$ 1,1 miliar (Palm Oil) Indonesia Lim Hariyanto Wijaya Sarwono membuat debutnya pada daftar Forbes Billionaires setelah mendirikan perusahaan perke­bunan kelapa sawit Bumitama Agri. Bermodal tanah yang luas di Indonesia, dia yakin perusahaan ini sanggup melayani permintaan minyak sawit dunia yang terus melesat. Harga saham Bumitama Agri saat dijual pertama kali di Singapore Stock Exchange seharga US$ 0,745 per lembar atau sekitar Rp8.000. Harga saham itu kemudian melejit. Naik sekitar 45 persen dari harga perdana. Saham naik, kapitalisasi pasar Bumitama Agri juga melejit. Bulan Oktober 2012, kapitalisasi pasarnya mencapai US$ 1,5 miliar. Sekitar Rp14 triliun.Sebelum terjun ke bisnis kelapa sawit, keluarga ini sempat terjun ke bisnis batu bara dan pertambangan emas. Bisnis batu bara itu mulai dirintis tahun 1988. Bisnis itu terhitung sukses. Bermitra dengan perusahaan tambang asal Australia Rio Tinto, mereka kemudian mendirikan Kelian Equatorial Mining. Porsi Rio Tinto memang lebih besar. Rio memiliki 90 persen sementara Harita Grup milik keluarga Lim 10 persen. Namun pada tahun 2005 perusahaan ini ditutup karena cadangan emasnya menurun.Pada tahun 1996, Harita Grup mendirikan Bumitama Agri setelah mengakusisi lahan seluas 17.500 hektare di Kalimantan Tengah. Perkebunan itu mulai berbisnis pada tahun 1998. Semula usaha ini berjalan lambat. Barulah pada tahun 2002, Bumitama mulai melebarkan sayap secara agresif. Pada tahun 2007, Bumitama sudah memiliki 50 ribu hektar. Pada tahun 2010, jumlah lahan bertambah lagi 50 ribu hektar lagi. Dan pada Maret 2012, Bumitama sudah memiliki 118.00 hektare yang sudah ditanami kelapa sawit.8. Airat Shaimiev dan Radik Shaimiev, US$ 1,1 miliar (refinery, chemical) RusiaDua bersaudara asal Rusia ini merupakan pendatang baru dalam daftar Forbes Billionaire. Serupa dengan Rustem Sulteev mereka adalah co-own TAIF Group. Perusahaan holding dengan aset di Republik Tatarstan ini adalah pemegang saham di sebagian besar perusahaan selama privatisasi Rusia pada pertengahan 90-an. Ayah Airat dan Radik Shamiev, Mintimer Shaimiev, adalah presiden pertama Republik Tatarstan. Dua bersaudara ini selain miliuner juga pembalap mobil. Jika Airat Shamiev menjuarai kompetisi Eropa atau biasa disebut autocross pada tahun 2002, 2004 dan 2005, maka sang saudara Radik Shamiev pada tahun 2003.
headerrubrikasi
Subscribe Our Newsletter put your e-mail
advertisement
Copyright © 2012, PT. BORNEO BAROMETER MAGAZINE 99. All Right Reserved
cover 1
cover 2
cover 3
cover 21
cover 22
Visitor 1074734
cover edisitaurianwakeni2
Jasa Pembuatan Website By IKT