dr. Cellica Nurachadiana: Pejabat Pelaksana Harian Bupati Karawang Membuat Terobosan Lewat Icon Baru
SPOT dr. Cellica Nurachadiana: Pejabat Pelaksana Harian Bupati Karawang Membuat Terobosan Lewat Icon Baru
___________________________________________________________________________Kawasan industri dan lumbung padi sudah menjadi icon Kabupaten Karawang. Ke depan “Goyang Karawang” akan dikemas menjadi icon baru bersifat positif. Rencananya icon baru itu akan dikemas dalam festival internasional pada tahun depan. Dari sini pintu masuk menyedot wisatawan.Masalah yang kerap terjadi di daerah-daerah kawasan industri adalah tuntutan tenaga kerja meningkatkan Upah Minimum Kabupaten (UMK). Tuntutan itu dilakukan dengan cara unjuk rasa (demo). Itu pula yang terjadi di Kabupaten Karawang. Apalagi Kabupaten ini memiliki beberapa kawasan industri. Tak kurang dari 1000 pabrik besar berada di sini. Makanya tak heran bila peristiwa unjuk rasa itu seakan silih berganti terjadi di situ.Pejabat Pelaksana Harian Bupati Karangan, dr. Cellica Nurachadiana mengakui bahwa di daerahnya acap terjadi unjuk rasa para tenaga kerja atas tuntutan kenaikan UMK. Padahal ada mekanisme dalam menetapkan UMK. Menurut Cellica ada tripartit antara pengusaha, tenaga kerja dan pemerintah. Interaksi ketiga unsur ini yang merumuskan nilai UMK di suatu daerah. Pemerintah harus bersikap adil dalam memutuskan kebijakan UMK. “Yang pasti UMK di Karawang yang tertinggi di Jawa Barat,” ujarnya Cellica kepada BORNEO seusai acara sidang ujian promosi Isran Noor, Ketua APKASI, Isra Noor dalam mencapai gelar Doktor di bidang Ilmu Pemerintahan, di sebuah hotel di Bandung, November lalu.Kawasan industri di Karawang dikembangkan di atas lahan 13.718 ha atau 7,85% dari luas Kabupaten Karawang. Dari luas lahan kawasan industri tersebut, dibagi empat kategori besar kawasan industri. Pertama, kawasan industri khusus, kedua kawasan industri terpadu, ketiga kawasan industri dan keempat zona industri.Berdasarkan data perkembangan investasi di Kabupaten Karawang dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Akumulasi investasi sampai tahun 2011 mencapai Rp. 98,784 triliun. Sementara investasi yang masuk tahun 2012 mencapai Rp. 14,253 triliun. Angka ini meningkat menjadi Rp. 40,924 triliun pada 2013.Kendati kabupaten ini identik dengan kawasan industri, kata Cellica, pemerintah kabupaten tetap mempertahankan daerah ini sebagai lumbung padi Jawa Barat dalam rangka menjaga ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu, dibuat peraturan daerah untuk menjaga lahan pertanian yang ada, yaitu Lahan Pangan Pertanian Terbadu. “Kami tetap mempertahankan lahan pertanian seluas 87.000 ha yang tidak dapat dialihfungsikan untuk kepentingan industri. atau kepentingan lainnya,” lanjutnya serius. Sudah ada tata ruang kota, mana lahan untuk industri dan mana lahan untuk pertanian. Kebijakan ini menjadi komitmen antara eksekutif, legislatif dan melibatkan masyarakat.Walau diakui Cellica, Pendapatan Asli Daerah (PAD) lebih banyak disumbang dari sektor industri. Target PAD pada tahun ini sebesar Rp.796 milyar. Nilai sebesar itu diharapkan diperoleh dari pajak daerah. Dengan pembangunan pusat-pusat bisnis yang terus berkembang di Karawang, dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan PAD. Daerah lumbung padi ini telah menjadi daerah tujuan investasi terbesar di Jawa Barat.Lebih lanjut ditambahkan, potensi yang ada di Karawang cukup banyak. “Saat ini kami sedang memperbaiki penataan kota, infrastruktur dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) agar ke depan masyarakat Karawang mampu mengimplementasikan kebijakan pemerintah,” tandasnya seraya menambahkan bahwa masalah yang dihadapi Karawang saat ini adalah daerah ini menjadi kota tujuan, bukan menjadi kota transit.Ketika pemerintah punya program pembangunan, maka migrasi ke Karawang cukup besar. Laju pertumbuhan penduduk di Karawang mencapai 3,4%. Dari angka tersebut 1,7% karena migrasi. Padahal pertumbuhan penduduk karena kelahiran hanya 1,7%. Sehingga ketika pemerintah mempunyai program pembangunan, laju migrasi ke Karawang tinggi. “Kami harus mempersiapkan SDM yang benar-benar handal, khususnya bagi masyarakat Karawang,” jelasnya. Berdasarkan data, migrasi yang datang dan membuat Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebanyak 70 orang perhari. Angkat itu yang tercatat. Banyak lagi migrasi yang tidak tercatat, tapi menetap di Karawang.Apalagi menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN yang mulai berlaku pada Desember 2015. Saat itu tidak berlaku lagi sekat penghalang perdagangan maupun jasa. Jika daerah tidak siap menghadapi era perdagangan bebas itu, bersiap siap-siap tenaga kerja lokal tersingkir dalam bursa tenaga kerja. Cellica sangat serius mempersiapkan SDM yang dapat bersaing di bursa tenaga kerja di Karawang.Sementara Karawang mempunyai icon “Goyang Karawang” . Icon yang terkesan negatif tersebut, tambah Cellica akan dirubah menjadi positif. Tarian Jaipong, misalnya, berasal dari Karawang. “Kami sudah berbicara dengan teman-teman yang mempunyai keahlian di bidang kesenian, seperti Mas Didi Petet dan Deddy Mizwar. Insya Allah tahun depan kami akan ada icon festival Goyang Karawang Internasional,” urainya. Rencananya event ini akan digelar setiap tahun. Dan, akhirnya event ini akan menjadi salah satu “pintu masuk” wisatawan domestik maupun manca negara ke sini.Di samping itu, Karawang mempunyai icon sejarah yang cukup terkenal di Indonesia, yaitu Rengasdengklok. Peristiwa Rengasdengklok adalah peristiwa penculikan yang dilakukan oleh sejumlah pemuda antara lain Soekarni, Wikana dan Chaerul Saleh dari perkumpulan “Menteng 31” terhadap Soekarno dan Hatta. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 03.00. WIB. Di mana Soekarno dan Hatta dibawa ke Rengasdengklok, Karawang untuk kemudian didesak agar mempercepat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Akhirnya terjadinya kesepakatan antara golongan tua yang diwakili Soekarno dan Hatta serta Mr. Achmad Subardjo dengan golongan muda tentang kapan proklamasi akan dilaksanakan.Tak hanya itu. Di Karawang juga mempunyai Candi Jiwa. Banyak orang yang belum mengetahui kalau Karawang memiliki candi. Karena candi ini baru diketemukan dan heboh diperbincangkan sekitar tahun 2006. Tapi jangan bayangkan candi di Karawang ini seperti candi Borobudur atau pun candi Prambanan, karena dari segi struktur penyusun candi dan ukuran pun sangat jauh berbeda. Komplek percandian di Karawang ini tersusun dari puluhan batu bata dengan aneka ragam ukuran dan bentuk. Candi jiwa ini berukuran kecil sekitar 10 x 10 meter. Menurut penelitian, komplek candi ini merupakan komplek sisa percandian Budha kuno yang masih diteliti sampai sekarang.Cellica menambahkan, candi Jiwa ini usianya lebih tua dari candi Borobudur. Namun demikian harus dilakukan eksplorasi secara masif karena yang sekarang terlihat baru stupanya saja. Untuk melakukan eksplorasi di situ, perlu waktu dan biaya besar. “Ke depan pemerintah Karawang akan mengembangkan situs-situs tersebut sebagai salah satu icon Karawang,” tambahnya. Yang baru menjadi icon di Karawang adalah sektor industri, pertanian dan perikanan.Menurut Cellica, potensi yang ada di Karawang dapat dikembangkan menjadi sektor ekonomi kreatif. Situs-situs bersejarah itu akan menjadi objek wisata. Ke depan bukan tidak mungkin Kabupaten Karawang menjadi salah satu tujuan wisata yang ada di Indonesia.
headerrubrikasi
Subscribe Our Newsletter put your e-mail
advertisement
Copyright © 2012, PT. BORNEO BAROMETER MAGAZINE 99. All Right Reserved
cover 1
cover 2
cover 3
cover 21
cover 22
Visitor 1035242
cover edisitaurianwakeni2
Jasa Pembuatan Website By IKT