Agus Suhartono: Siap Duduk Bersama
TOKOH Agus Suhartono: Siap Duduk Bersama
___________________________________________________________________________Hal ini dipertegas oleh Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2012 dan Nomor 11 Tahun 2011, yang mewajibkan para pemegang IUP dan IUPK operasi produksi wajib melakukan pengolahan dan pemurnian hasil penambangan di dalam negeri.

Kewajiban membangun smelter ini juga berlaku bagi perusahaan tambang nasional ini ditanggapi dengan atmosfir yang berbeda oleh pelaku usaha baik pemegang KK, IUP, maupun IUPK. Meski masih menjadi kontroversi, bisa dikatakan pemegang IUP jauh lebih berani berkomitmen membangun industri pemunian dan pengolahan mineral ketimbang pemegang KK.

Pernyataan ini dilontarkan Direktur Eksekutif Stargate Pasific, Agus Suhartono. Bos anak perusahaan dari Ibris Nickel Pte. Ltd. ini baru saja menandatangani MoU dengan Yong-Xing Alloy Materials Technology Taizhou Co. Ltd dalam pembangunan fasilitas Pengolahan dan Pemurnian Bijih Nikel di Molore, Kabupaten Konawe Utara. Agus Suhartono justru meragukan kesiapan pemerintah untuk duduk bersama pelaku usaha.

Ia menilai, pengusaha saat ini lebih fokus bagaimana menempatkan proses hilirisasi sebagai bagian dari satu kompetensi republik. “Sekarang bagaimana mengatur kompetensi ini secara packaging/bertahap, kendala-kendala itu menjadi konsederan bagi staging atau pentahapan itu sendiri,” ujarnya. Dengan begitu, lanjutnya, apa yang kita inginkan bukan hanya sekadar proses terburu-buru atau kejar target.

Tiga pilar tadi pengusaha itu sendiri, antara lain investor, dan sustainabilitas dari hukum dan regulasi, serta peran serta pemerintah. Tentu, keberadaan pasar juga penting.

Sayangnya polemik utama terlihat dari pemerintah yang belum mendorong infrastruktur, meskipun telah ada dukungan dari PLN, namun juga harus lihat kemampuan PLN untuk menyediakan power plant.Agus mencontohkan, PT Freeport Indonesia yang menganggap pembangunan industri smelter tidak efisien. “Kita harus buka itu entah Freeport atau siapapun dalam koridor terbuka semuanya. Apa yang didapat dan belum didapat. Bukan hanya dilihat dari sudut tertentu saja, dengan senang hati kami siap berdebat terbuka satu meja dengan asing!,” ujarnya.
headerrubrikasi
Subscribe Our Newsletter put your e-mail
advertisement
Copyright © 2012, PT. BORNEO BAROMETER MAGAZINE 99. All Right Reserved
cover 1
cover 2
cover 3
cover 21
cover 22
Visitor 1073679
cover edisitaurianwakeni2
Jasa Pembuatan Website By IKT