Firdaus Ilyas : Peta Jalan Industri Migas Indonesia
TOKOH Firdaus Ilyas : Peta Jalan Industri Migas Indonesia
___________________________________________________________________________Selain sebagai penyumbang devisa, migas juga menjadi biang permasalahan di beberapa daerah kaya seperti Papua atau Aceh.

Menurut Koordinator Divisi Monitoring dan Analisa Anggaran Indonesian Corruption Watch (ICW) Firdaus Ilyas, sumber migas kita hanya digunakan sebagai short of income. “Bukan sebagai konversi asset yang diekstrak untuk dijadikan national income, lalu dikembalikan dalam bentuk konversi investasi,” katanya. “Ini seharusnya menjadi basis dari pengelolaan industri migas kita sebagai sebuah peta jalan belum pernah kita terjemahkan secara baik,” ujar Firdaus.

Secara tegas Firdaus juga mengatakan bahwa ada tiga prinsip dasar untuk konteks pengelolaan sumber daya alam tidak terbaharui di Indonesia. Antara lain kepemilikan sumber daya ada pada Negara, pengelolaan ada pada Negar, serta penguasaannya juga ada pada Negara. Nyatanya, lanjut Firdaus, kita tidak hanya lengah dalam pengelolaan aspek proyeknya, tapi juga terhadap aspek ketahanan energi.

Venezuela dan Bolivia menganut sistem yang sama dengan Indonesia yaitu sistem production sharing contract . “Satu hal yang membedakan bahwa kepemilikan itu dilakuakn Negara. Venezuela, Bolivia, Malaysia bahkan Timor Leste melakukan itu,” papar Firdaus. Firdaus menambahkan, harus dipastikan bahwa penguasaan, pengelolaan, dan pengusahaan migas harus dikuasai Negara. Terlepas apakah nanti aspek bisnisnya dikelola oleh Pertamina atau SKK migas.

“Tetap yang penting dia harus memiliki kewenangan usaha berbentuk Badan Usaha karena kalau tidak kita tidak bisa mengintervensi sisi hilir kita sendiri,” tegas Firdaus menutup pembicaraan.
headerrubrikasi
Subscribe Our Newsletter put your e-mail
advertisement
Copyright © 2012, PT. BORNEO BAROMETER MAGAZINE 99. All Right Reserved
cover 1
cover 2
cover 3
cover 21
cover 22
Visitor 1074427
cover edisitaurianwakeni2
Jasa Pembuatan Website By IKT