Tasikmalaya: Alam Hijau di Tanah Priangan
TRAVELING Tasikmalaya: Alam Hijau di Tanah Priangan
___________________________________________________________________________Bentangan bukit-bukit hijau dan julangan dua gunung besar di Jawa Barat menjadi pembuka wajah Kabupaten Tasikmalaya secara keseluruhan. Udara sejuk dan pemandangan meneduhkan mata kemudian menjadi ornamen lain yang mengisi celah keindahannya. Jajaran perbukitan yang ada di Kabupaten Tasikmalaya terdapat di daerah timur sedangkan di bagian barat laut Kabupaten ini “dijaga” oleh megahnya Gunung Galunggung. Pun pada sudut lain Gunung Telagabodas juga menjadi penyejuk bagi Kabupaten yang terletak di tenggara daerah Priangan. Tasikmalaya memiliki iklim tropis hutan hujan dan menerima curah hujan tahunan rata-rata 2,072 mm. Suhu rata-rata harian Kabupaten Tasikmalaya cukup bervariasi, untuk wilayah dataran rendahnya berkisar antara 20 ° sampai 34 ° C sedangkan untuk daerah dataran tinggi bersuhu 18 °. Kabupaten ini juga dilalui oleh rantai gunung berapi Pulau Jawa sehingga secara alami memiliki tanah kaya dan subur, dengan kelimpahan sumber daya air. Letak Tasikmalaya yang berada di rongga lereng gunung juga memberikan keuntungan tersendiri karena bisa memasok tangkapan curah hujan sehingga kawasan resapan airnya lebih banyak.Kondisi tersebut secara tidak langsung menegaskan bahwa potensi terbesar Tasikmalaya adalah alamnya. Dengan tanah relatif subur, serta ketersediaan sumber daya air yang sangat melimpah, Tasikmalaya berpeluang untuk me­ngembangkan beragam tanaman, tak terkecuali tanaman nilam. Nilam merupakan salah satu bahan baku parfum karena sifat aromanya yang kuat, minyak ini banyak digunakan dalam industri parfum. Sepertiga dari produk parfum dunia memakai minyak ini. Minyak ini juga digunakan sebagai pewangi kertas tisu, campuran deterjen pencuci pakaian, dan pewangi ruangan. Bahkan orang Eropa menganggap bahwa minyak nilam memiliki aroma yang "mewah".Tasikmalaya juga menyimpan beberapa potensi bahan tambang. Menurut data dari Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Tasikmalaya, pada dasarnya ada sekitar 35 bahan tambang yang tersebar di Kabupaten Tasikmalaya. Potensi tambang emas berada di Kecamatan Cineam, Karangjaya, Salopa, Salawu, Taraju, Bojonggambir, dan Kecamatan Pancatengah. Ada juga potensi tambang batubara di sekitar Kecamatan Taraju, Bojongasih, Cikalong, Cikatomas, dan Kecamatan Bojongambir. Sementara itu, bahan tambang yang kandungannya sudah berhasil diperkirakan adalah pasir besi. Bahkan kandungan pasir besi yang ada di Kecamatan Cikalong, Cipatujah, dan Kecamatan Karangnunggal tersebut sudah di­man­faatkan dan berjumlah sekitar 91.395,426 ton. Adapun untuk potensi pariwisata, Tasikmalaya memiliki sumberdaya yang cukup melimpah. Dimulai dengan salah satu lokasi wisata yang eksotik yaitu, kampung kaga. Kampung kaga merupakan sebuah desa tradisional yang masih memegang teguh adat istiadat dan mempertahankan kebu­dayaan dari leluhurnya, mulai dari bentuk bangunan hingga gaya hidup keseharian penduduknya. Hutan keramat yang ada di wilayah sebelah barat kampung ini juga men­jadi sebuah entitas lain dari eksotisme kampung naga. Di dalam hutan ter­sebut terdapat makam leluhur masyarakat kampung naga sehingga tempat tersebut menjadi “istimewa”. Di tengah desa, tepat di samping bangunan untuk pertemuan masya­rakat desa, terdapat toko suvenir khas kampung naga dengan harga yang relatif terjangkau. Bagian selatan kampung naga diba­tasi oleh sawah-sawah penduduk, sedangkan di utara dan timur dibatasi oleh sungai Ciwulan yang sumber airnya berasal dari Gunung Cikuray di daerah Garut. Jarak tempuh dari kota Tasikmalaya ke Kampung Naga kurang lebih 30 kilometer. Untuk menuju kampung naga dari arah jalan raya Garut-Tasikmalaya harus menuruni tangga yang sudah di tembok / sengked sampai ketepi sungai Ciwulan dengan kemiringan sekitar 45 derajat dengan jarak kira-kira 500 meter. Kemudian melalui jalan setapak menyusuri sungai Ciwulan sampai kedalam kampung naga.Gunung Galunggung yang letaknya tidak jauh dari Tasikmalaya juga memiliki pesona tersendiri sebagai tempat wisata. Gunung api teraktif yang ada di dataran sunda terakhir meletus pada tahun 1994. Galunggung juga pernah meletus dasyat di 1982 disertai suara dentuman, pijaran api, dan kilatan halilintar. Dengan alamnya yang khas Galung­gung cukup banyak dikunjungi wisatawan terutama lokal. Rata-rata wisatawan dalam maupun luar negeri yang berkunjung ke Gunung Galunggung berjumlah 213.382 orang per tahun. Untuk melakukan pendakian ke puncak / kawah Ga­lunggung bisa dimulai dari desa Singa­parna yang berjarak sekitar 6 Km dari kota Tasikmalaya. Sedangkan untuk wisata air Tasik­malaya memiliki sungai Citanduy dan Ciwulan. Selain berfungsi untuk pengairan area pertanian, Sungai Ciwulan dan Citanduy juga menyimpan potensi besar untuk tujuan pariwisata khususnya wisata Olah Raga Arus Deras (ORAD), khususnya arung jeram atau rafting. Sungai Ciwulan selain memiliki arus liar juga dikelililingi pesona alam yang memukau. Wisata arung jeram Sungai Ciwulan diawali dari anak sungai di Kampung Asta lebak, Kelurahan Cibeuti, sebagai dermaga starting point dan berakhir di wilayah Kampung Jamban, Kelurahan Urug, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, sebagai dermaga finish point. Wisatawan yang ingin merasakan arung jeram di Sungai Ciwulan akan menghabiskan waktu kurang lebih tiga jam dengan rest point atau tempat untuk istirahat yang berlokasi di pinggiran Sungai Ciwulan. Di Tasikmalaya juga terdapat pantai dengan pemandangan menarik yaitu Cipatujah dan Sindangkerta. Pantai Cipatujah memiliki hamparan pasir putih yang luas dan muara untuk memancing. Pantai ini terletak di laut selatan Tasikmalaya. Sedangkan berjarak hanya sekitar 4 Km dari pantai Cipatujah. Pantai ini memiliki taman laut yang indah dan luas jadi sangat cocok untuk snorkeling. Di bulan-bulan tertentu pantau ini juga disinggahi oleh penyu-penyu hijau raksasa yang mencari tempat untuk bertelur. Adapun bagi yang suka mencari souvenir khas Tasikmalaya bisa berkunjung di Pusat Kerajinan Tangan Rajapolah. Desa Rajapolah berjarak sekitar 12 Km sebeleh utara Tasikmalaya, atau sekitar 75 Km dari pintu TOL Cileunyi Bandung. Rajapolah terkenal sebagai pusat kerajinan tangan di Tasikmalaya.Di sepanjang jalan Rajapolah banyak terdapat toko-toko yang menjual barang-barang kerajinan khas Tasikmalaya. Aneka kerajinan tersebut antara lain: bordir, payung tasik yang terbuat dari kertas, kelom geulis dan batik tulis, juga kerajinan dari anyaman bambu dan rotan. Lokasi di atas adalah beberapa tempat wisata yang umum dikunjungi di Tasikmalaya. Di luar itu sesungguhnya Tasikmalaya masih menyimpan potensi wisata lain yang sangat menarik untuk dieksplorasi lebih jauh.
headerrubrikasi
Subscribe Our Newsletter put your e-mail
advertisement
Copyright © 2012, PT. BORNEO BAROMETER MAGAZINE 99. All Right Reserved
cover 1
cover 2
cover 3
cover 21
cover 22
Visitor 1036974
cover edisitaurianwakeni2
Jasa Pembuatan Website By IKT