David T Pandjaitan; Perhatikan Cadangan Batubara Nasional
Wawancara Utama David T Pandjaitan; Perhatikan Cadangan Batubara Nasional
___________________________________________________________________________Tak bisa disangkal bahwa saat ini batubara masih menempati posisi strategis dalam menjaga perekonomian dan kebutuhan energi nasional. Bahkan dalam Œkurun waktu terakhir komoditas tambang yang satu ini tetap ditempatkan sebagai sumber penerimaan sekaligus energi primer yang cukup signifikan bagi negara. Meski demikian upaya pengendalian produksi batubara nasional juga tak bisa diabaikan. Hal ini demi menjaga “keamanan” dan kecukupan cadangan batubara dalam negeri hingga beberapa waktu ke depan. Ar­tinya kontrol dan pengendalian terhadap produksi batubara nasional memang harus dilakukan. Dan salah satu pihak yang setuju apabila upaya itu secepatnya dilakukan adalah Direktur PT. Kutai Ener­gi, David T Pandjaitan. Secara eksplisit hal tersebut diungkapkan oleh David saat melakukan wawancara dengan majalah BORNEO di kantornya yang ada di lingkar Mega Kuningan. “Batubara bukan hanya untuk dinikmati generasi sekarang tapi juga anak cucu kita kelak,” ujarnya kalem. Sebagai nakhoda dari perusahaan konsesi batubara, David tentu tahu bagaimana kondisi industri batubara nasional de­ngan segala dinamisasinya. Pada beberapa bagian menurut lelaki ramah tersebut perlu ada perbaikan dalam pengelolaan sumber daya alam ini baik dari sisi pemerintah maupun pengusaha sendiri. Bagi David perusahaan yang baik bukan sekadar bisa memberikan profit bagi usahanya tapi juga manfaat bagi pemerintah dan masyarakat. Lalu bagaimana dengan PT. Kutai Energi sendiri? Saat ini anak perusahaan PT Toba Sejahtra ini memang boleh dikatakan memiliki potensi yang menjanjikan baik dilihat dari sisi area maupun cadangan batubaranya. Sebagai bagian dari perusahaan berbasis energi terkemuka di Indonesia PT. Kutai Energi, memiliki luas area yang cukup besar yaitu 6.932 ha. Bertempat di kecamatan Loa Janan, kabupaten Kutai Kertanegara, propinsi Kalimantan Timur sekarang ini Kutai Energi telah memasuki tahun ke empat fase produksi. Di tangan David yang lahir pada 20 Agustus 1974 ini perusahaan yang mulai beroperasi dan produksi ko­mersial pada 2010 tersebut tengah meretas jalan menuju level yang lebih baik. Untuk menggerakkan roda operasio­nalnya Kutai Energi meletakkan basis kinerja dengan visi menjadi perusahaan penghasil tambang kelas dunia sekaligus perusahaan energi yang akan beroperasi dari hulu hingga ke hilir. Tentu bukan perkara mudah untuk mencapai tujuan tersebut. Lalu bagaimana strategi perusahaan yang selalu mencari tenaga ahli berbakat dan bersemangat untuk bergabung dalam tim kerjanya ini. Simak wawancara lengkapnya di majalah Borneo Edisi 19
headerrubrikasi
Subscribe Our Newsletter put your e-mail
advertisement
Copyright © 2012, PT. BORNEO BAROMETER MAGAZINE 99. All Right Reserved
cover 1
cover 2
cover 3
cover 21
cover 22
Visitor 1036118
cover edisitaurianwakeni2
Jasa Pembuatan Website By IKT