Tato Miraza: SUKSES DENGAN ANTAM WAY
Wawancara Utama Tato Miraza: SUKSES DENGAN ANTAM WAY
___________________________________________________________________________
“ANTAM saat ini bukan lagi perusahaan tambang semata-mata. Memang backbone industri kita adalah industri tambang. Tapi kita lebih kepada filosofi kita mine based corporation,” kata Direktur Utama ANTAM, Tato Miraza. Artinya, wilayah bisnis ANTAM meliputi mining dan mineral processing, serta semua usaha yang terkait dengan bisnis itu sendiri. Wilayah operasi ANTAM tersebar di seluruh Indonesia yang kaya akan bahan mineral. Kegiatan perusahaan ini mencakup eksplorasi, penambangan, pengolahan serta pemasaran dari komoditas bijih nikel, feronike, emas, perak, bauksit, dan batubara. Sejak awal, ANTAM nikel, emas dan bauksit sebagai komoditas utamanya. Seiring berjalannya waktu, ANTAM terus berbenah dan mengepakkan sayap bisnisnya. “Setelah 15 tahun, akhirnya kita memulai industri alumina. Didukung oleh Perbankan Jepang, pendanaannya mencapai lebih dari US$ 490 juta,” ujar Tato, panggilan singkatnya. Mengingat luasnya lahan konsesi per­tambangan dan besarnya jumlah cadangan dan sumber daya yang dimiliki, ANTAM membentuk beberapa usaha patungan. Perusahaan ini juga menggalang kemitraan di kancah internasional untuk dapat memanfaatkan cadangan yang ada menjadi tambang yang menghasilkan keuntungan.Sebagai perusahaan pertambangan, ANTAM juga menyadari bahwa kegiatan operasi perusahaan memiliki dampak secara langsung terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Karena itu, aspek lingkungan hidup dan khususnya pengembangan masyarakat tidak sekadar tanggung jawab sosial. Hal ini juga merupakan bagian dari risiko perusahaan yang harus dikelola dengan baik. “Kekayaan sumber daya alam jadi motor ekonomi nasional. Itu harus,” kata Tato. Persoalannya, lanjut dia, adalah bagaimana hal itu dikelola secara proper dan bisa dimanfaatkan secara optimal. Kekayaan nikel yang kita miliki berpotensi untuk menjadi nomor satu dunia. Begitu juga dengan komoditas lainnya, seperti halnya alumunium.Melihat hal itu, kekayaan alam ini rasanya cukup menjadi bekal dalam membangun bangsa ini kan luar biasa. Banyak lapangan kerja yang bisa diserap dari industri tambang. “Membangun industri ini membutuhkan berbagai disiplin ilmu. Itu yang tak kita sadari. Perlu synergy of thinking untuk mengoptimalkan sumber daya alam,” ujarnya. Ditemui di ruang kerjanya di Kawasan T.B. Simatupang, Jakarta Selatan, Tato mengungkapkan banyak hal seputar program kerja, rencana, maupun target perusahaan. “ANTAM berperan aktif dalam pengembangan masyarakat sekitar dan beroperasi berdasarkan prinsip-prinsip  good corporate governance,” katanya.
headerrubrikasi
Subscribe Our Newsletter put your e-mail
advertisement
Copyright © 2012, PT. BORNEO BAROMETER MAGAZINE 99. All Right Reserved
cover 1
cover 2
cover 3
cover 21
cover 22
Visitor 1035078
cover edisitaurianwakeni2
Jasa Pembuatan Website By IKT